biasa nulis ringkasan di website atau di wikipedia, na ini dia website yang cocok untuk kamu. tulis ringkasan maka anda akan dibayar lewat payal. gabung di disini
http://shvoong.com
9.12.2009
Tulis ringkasan dibayar
6.04.2009
MINERAL
Mineral adalah sebagian besar zat-zat yang ada dalam bumi dan terbentuk dari persenyawaan organik dan anorgani, mengandung sifat-sifat fisik dan kimia tertentu.
SIFAT-SIFAT FISIK MINERAL
alam pengenalan mineral yang harus diperhatikan adalah sifat-sifat lain seperti sifat magnet, optik, dan radioaktif. Adapun sifat-sifat fisik mineral yang penting adalah :
Warna yang dipantulkan mineral terdapat bermacam-macam, initergantung dari panjang gelombang sinar yang dipantulkannya. Seorang ahli mineralogi bernama Qorner membagi atas 7 macam warna dasar mineral yaitu putih, abu-abu, hitam, biru, hijau, kuning, merah, dan cokelat.
Beberapa mineral mempunyai warna yang tetap seperti kunung, sulfur; kemerah-merahan (pink).
Yang menyebabkan perubahan warna dasar adalah banyak sedikitnya impuritis (kotoran), baik berupa unsur ataupun campurannya yang terkandung dalam mineral tersebut.
Apabila suatu mineral mendapat tekanan yang melampaui batas elastisitasnya mineral tersebut akan pecah. Cleavage merupakan tendensi pecahnya mineral menurut batasan tertentu sepanjang permukaan yang tertentu, atau dengan kata lain, jika pecahnya mineral mengikuti permukaan yang sesuai dengan struktur kristalnya akan memperlihatkan suatu cleavage. Ini merupakan hasil dari bentuk atom dari reguler layers, dimana kohesi yang lebih lunak akan merupakan garis dengan yang lainnya.
Arah cleavage ini dapat ditentukan dengan ; 1 arah, 2 arah, 3 arah, dan 6 arah (sodalite). Pada mika misalnya dikatakn flakey atau berlapis-lapis, serpih yang mempunyai 1 arah atau single direction.
Cleavage dapat dibagi atas bagus tidaknya permukaan bidang cleavagenya:
Perpect (sempurna), bidang cleavage sangat rat, bila pecah tidak melalui bidang cleavage agak sukar.
Good (baik), bidan cleavage rata, tetapi tidak sebak perfect, masih dapat pecah pada arah lain.
Distinct (jelas) Bidang cleavage jelas tetapi tidak rata dan dapt pecah pada arah lain dengan mudah.
*Indistinct ( tidak jelas ), dimana kemungkinan membentuk cleavage dan frakture adalah sama besar.
Frakture merupakan bentuk halus atau kecil dari permukaan mineral sesudah pecah pada mineral massive yang beraturan.
Fracture dapat dibagi dalam :
Conchoidal ( arca, bentuk shell ), pecahan berbentuk kulit kerang, misal kuarsa, obsidin. Bila bentuk ini sebagian disebut sub-conchoidal.
Even ( agak kasar, hamper mendekati bidang datar.Uneven, permukaan pecahnya kasar seperti kebanyakan mineral.Hakli, pecahannya tajam seperti besi putus.
Streak ( goresan) merupakan warna daripada bubuk atau tepung hasil goresan suatu mineral. Contoh : Dulled, Sinabar, kuning limonite, indian red, Hematite.
Kilap dari mineral merupakan sinar pantulan dari permukaan mineral yang diterima oleh mata manusia. Perbedaan panjang gelombang sinar ini menimbulkan perbedaan dari luster.
Luster ( kilap) dapat dibedakan menjadi :
1. Kilap logam ( Metalic luster )
2. Kilap bukan logam ( non ( Metalic luster )
Kilap logam terjadi pada mineral yang mengandung unsur logam, seperti emas, tembaga, perak, danlain-lain. Mineral-mineralnnya mempunyai kilap opak (opaque ).
Kilap bukan logam dibagi lagi atas beberapa kilap. Mineral bukan logam ini bilah diasah tipis akan transparan, dan bila ditumbuk warna tepugnnya akan lebih muda (putih) lighter dari mineral aslinya.
Pembagian kilap logam yaitu sebagai berikut :
1. Adamantine luster, merupakan kilap intan. Kilap intan ini juga disebut briliant luster. Contoh : Diamon ( intan ), anglosite, vanadinite, zirkon, rutile.
2. Kilap kaca ( vitrous) atau glass , Contoh : Quarsa, Obsidian, fluorite, barite, halite, tourmaline, opal, olivine.
3. Kilap dammar (resinous), Kilap ini merupakan kilap kuning dammar. Juga disebut Waxy (Turquoise). Contoh : Opal, sulphur, realgar.
4. Kilap Lemak ( Greasy luster ) Oily, Kilap ini mendekati kilap resinous. Contoh : Graphite, Cryolite, scheolite, dll.
5. Kilap Mutiara ( Pearly Luster ), Kilap ini seperti mutiara. Contohnya : Mika, telk, calsite, chlorite, dan lainnya.
6. Kilap sutera ( Silky Luster ), Kilap ini seperti kilap pada sutera, biasanya mineral yang mempunyai struktur fibrous ( serabut ) atau menyerat.
7. Kilap tanah ( earthy luster ), Kilap ini juga disebut kilap guram ( dull ) pada mineral kempal. Contoh : Bauxite, kaoline, carn otite.
Kekerasan dari mineral diartikan sebagai daya tahan mineral terhadap goresan ( Scraching ) pada permukaannya, atau ketahanan terhadap abrasi. Seorang ahli mineralogi bernama triedrich Mohr pada tahun 1822, menyatakan bahwa tingkatan dari kekerasan relatif ( scale of relatif ) atau skala Mohs yang dimulai dengan Talc dengan kekerasab 1 dan diakhiri Diamond ( intan ) dengan kekerasan 10.
Tingkatan kekerasan ini tidak menunjukkan suatu kekerasan kepstian, jadi kekerasan 9 ( curondum ) kekerasannya tidak sama dengan 3 kali kekerasan calsite (3). Dengan kata lain mineral yang mempunyai kekerasan lebih tinggi dapat menggores mineral yang mempunyai kekerasan yan lebih rendah.
Untuk dapat memperkirakan kekerasan mineral sewaktu-waktu atau dilapangan dapat diberikan pembatasan sebagai berikut :
2,5 dapat digores dengan kuku jari
3 dapat digores dengan mata uang logam
5,5 dengan mata pisau, kaca jendela
6,5 dengan kikir baja ( steel file )
Berat jenis ini biasanya diukur di laboratorium, dimana berat mineral dibandingkan dengan berat air murni. Pada pengenalan mineral perlu juga diketahui guna untuk membedakan mineral-mineral yang mungkin kelihatannya mineral sama bentuk, warna luster, dan lain-lain. Maka dengan menimbang-nimbang mineral dengan tangan akan terasa perbedaan beratnya untuk mineral yang sama besarnya, misal antara hematite dan magnetite.
Sifat-sifat lain yang biasa diteliti, seperti, Magnetis, Malleable, fleksible, elastic, Radioactive, Brittle, Opalescence dan Iridesaence, Asterism, fluorescence, dan Phosporescence
PENGGOLONGAN MINERAL
Berdasarkan komposisi kimia mineral dapat digolongkan menjadi :
1. Golongan unsur
2. Golongan sulfida
3. Golongan halogen
4. Golongan oksida
5. Golongan karbon
6. Golongan sulfur
7. Golongan fosfat
8. Golongan silikat
9. Golongan organogen
5.16.2009
Dapat Dolar Gratis Dari Ngenet
Pengen dapat penghasilan dari internet (dolar) dan daftar juga gratis, percaya tidak? coba aja program ini apalagi daftarnya gratis mau?
Dimana keuntungannya sebagai berikut :
Bagi anda yang ingin daftar silakan klik disini
Daripada ngenet di Internet cuma habiskan uang lebih baik gabung saja di www.focalprice.com
kamu bisa ngenet + dapat uang (dolar).
Sebenarnya masih banyak lagi keuntungan ikut di www.focalprice.com
coba saja olehmu tiada ruginyakan cuma modal email dan username.Masih ragu?
4.26.2009
Allah Selalu Memberikan Yang Terbaik
Kadang kita meminta pada Allah setangkai bunga yang indah,
tapi Ia beri kaktus yamg berduri.
Kita meminta kupu-kupu, tapi diberi ulat.
Kitapun sedih dan sampai kecewa
namun kemudian, kaktus itu berbunga,
indah sekali dan
ulat itupun menjadi kupu-kupu yang cantik.
Itulah jaLan Allah,
indah kalau sudah pada waktunya
Allah tidak memberi apa yang kita harapkn,
tapi Dia memberi apa yang kita butuhkan.
Kadang kita sedih, kecewa, terluka, berburuk sangka,
tapi jauh diatas segalanya
Dia sedang merajut yang terbaik untuk hidup kita.
jadi tidak ada putus asa dalam hidup ini
Selama kita berbaik sangka kepada-Nya
Sumber foto : http://2.bp.blogspot.com/
4.23.2009
Sahabat
Sahabat
Ibarat satu janji dalam hati
Tak dapat ditulis
Tak dapat dibaca
Tapi tidak akan terpisah oleh jarak
Tidak akan berubah oleh waktu
Tak akan sirna oleh amarah
Sedetik dimata selamanya dijiwa.
4.21.2009
4.18.2009
Hubungan Antara Kalor Dengan Energi Listrik
Kalor merupakan bentuk energi maka dapat berubah dari satu bentuk kebentuk yang lain. Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi maka energi listrik dapat berubah menjadi energi kalor dan juga sebaliknya energi kalor dapat berubah menjadi energi listrik. Dalam pembahasan ini hanya akan diulas tentang hubungan energi listrik dengan energi kalor. Alat yang digunakan mengubah energi listrik menjadi energi kalor adalah ketel listrik, pemanas listrik, dll.
Besarnya energi listrik yang diubah atau diserap sama dengan besar kalor yang dihasilkan. Sehingga secara matematis dapat dirumuskan.
W = Q
Kita ketahui bahwa
Q = m.c. (t2 - t1)
Sehingga dapat didapatkan persamaan sebagai berikut :
I.R.I.t = m.c.(t2 - t1)
Dimana :
I = kuat arus listrik (A)
R = Hambatan (ohm)
t = waktu yang dibutuhkan (sekon)
m = massa (kg)
c = kalor jenis (J/ kg C)
t1 = suhu mula - mula (C)
t2 = suhu akhir (C)
Untuk menghitung energi listrik digunakan persamaan sebagai berikut :
W = P.t
Dimana :
W = energi listrik (J)
P = daya listrik (W)
t = waktu yang diperlukan (s)
Bila rumus kalor yang digunakan adalah Q = m.c.(t2 - t1) maka diperoleh persamaan ;
P.t = m.c.(t2 - t1)
Judul :
Hubungan Antara Kalor Dengan Energi Listrik
Asas Black dan Hukum Kekekalan Energi
Menurut asas Black apabila ada dua benda yang suhunya berbeda kemudian disatukan atau dicampur maka akan terjadi aliran kalor dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Aliran ini akan berhenti sampai terjadi keseimbangantermal (suhu kedua benda sama). Secara matematis dapat dirumuskan :
Q lepas = Q terima
Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya tinggi dan yang menerima kalor adalah benda yang bersuhu rendah. Bila persamaan tersebut dijabarkan maka akan diperoleh :
Q lepas = Q terima
m1.c1.(t1 - ta) = m2.c2.(ta-t2)
Catatan yang harus selalu diingat jika menggunakan asasa Black adalah pada benda yang bersuhu tinggi digunakan (t1 - ta) dan untuk benda yang bersuhu rendah digunakan (ta-t2). Dan rumus kalor yang digunakan tidak selalu yang ada diatas bergantung pada soal yang dikerjakan.
Hukum kekekalan energi adalah salah satu dari hukum-hukum kekekalan yang meliputi energi kinetik dan energi potensial. Hukum ini adalah hukum pertama dalam termodinamika.
Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika)berbunyi: "Energi dapat berubah dari stu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)".
JAMES PRESCOTT JOULE
James Prescott Joule (1818-1889) ialah seorang ilmuwan Inggris yang merumuskan Hukum Kekekalan , yaitu "Energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan."
Ia adalah seorang ilmuwan Inggris yang hobi fisika. Dengan percobaan ia berhasil membuktkan bahwa panas (kalori) tak lain adalah suatu bentuk energi. Dengan demikian ia berhasil mematahkan teori kalorik, teori yang menyatakan panas sebagai zat alir.
Joule (simbol J) adalah satuan SI untuk energi dengan basis unit kg.m2/s2. Nama joule diambil dari penemunya James Prescott Joule. Joule disimbolkan dengan huruf J. Istilah ini pertama kali diperkenalkan oleh Dr. Mayer of Heilbronn.
Joule diambil dari satuan unit yang didefinisikan sebagai besarnya energi yang dibutuhkan untuk memberi gaya sebesar satu Newton sejauh satu meter. Oleh sebab itu, 1 joule sama dengan 1 newton meter (simbol: N.m). Selain itu, satu joule juga adalah energi absolut terkecil yang dibutuhkan (pada permukaan bumi) untuk mengangkat suatu benda seberat satu kilogram setinggi sepuluh sentimeter.
Definisi satu joule lainnya yaitu pekerjaan yang dibutuhkan untuk memindahkan muatan listrik sebesar satu coulomb melalui perbedaan potensial satu volt, atau satu coulomb volt (simbol: C.V). 1 joule juga dapat didefinisikan sebagai pekerjaan untuk menghasilkan daya satu watt terus-menerus selama satu detik, atau satu watt sekon (simbol: W.s).
Konversi
1 joule adalah sama dengan 107 erg.
1 joule mendekati sama dengan:
6.241506363x1018 eV (elektron volt), 0.239 kal (kalori), 2.7778x10-7 kwh (kilowatt-hour), 2.7778x10-4 wh (watt-hour), atau 9.8692x10-3 liter-atmosfer
3.27.2009
BATUAN
Batu adalah sejenis bahan yang terdiri daripada mineral dan dikelaskan menurut komposisi mineral. Pengkelasan ini dibuat dengan berdasarkan:
a. Kandungan mineral yaitu jenis-jenis mineral yang terdapat di dalam batu ini.
b. Tekstur batu, yaitu ukuran dan bentuk hablur-hablur mineral di dalam batu;
c. Struktur batu, yaitu susunan hablur mineral di dalam batu.
d. Proses pembentukan
Batu-batu secara umum biasanya dibagi menurut proses yang membentuknya, dan dengan itu dipecahkan kepada tiga kumpulan yang besar yaitu:
a. Batuan sediment ( sediment rock)
b. Batuan Beku (Igneus Rock)
c. Batu Metamorf (Metamorfis Rock)
Batuan Beku atau Batuan Kristalin(igneous rock)
Merupakan jenis batuan yang asalnya dari dalam bumi. Batuan tersebut pada awalnya merupakan benda cair, yang meleleh ke arah permukaan bumi, di mana suhunya lebih rendah daripada suhu yang terdapat di dalam tubuh bumi. Karena suhu yang rendah itu, batuan tersebut membeku.Proses pembekuan itu ada yang berjalan lebih lambat, sehingga biasanya membentuk batuan beku basa dimana strukturnya keras dan struktur kristalnya lebih teratur dan ada pula yang berlaku lebih cepat, dan biasanya membentuk batuan beku asam.
Perbedaan dalam proses pembekuan itu mengakibatkan terbentuknya ukuran kristal pada batuan itu yang berbeda besarnya. Pembekuan yang lebih lambat, mengakibatkan terbentuknya kristal yang lebih besar, kalau dibandingkan dengan batuan yang proses pembekuannya berlaku lebih cepat. Contoh daripada batuan beku misalnya adalah batuan seperti : granit, andesit.
Batuan Endapan(sedimen/sediment rock)
Merupakan batuan yang asalnya adalah hasil gradasi. Batuan endapan ada yang tersusun berlapis, tetapi ada juga yang tidak. Butiran endapan itu bisa berukuran macam-macam, dari halus sampai ukuran besar. Bahan batuan endapan bisa dari batuan beku, bisa dari batuan metamorf dan bisa juga dari batuan endapan. Pada batuan endapan tidak terbentuk kristal.
Batuan Metamorf
Merupakan jenis batuan yang sifat-sifatnya berubah sebagai akibat daripada adanya tekanan yang kuat dan suhu yang tinggi. Segumpal tanah saja, kalau dipanaskan cukup lama, bisa menjadi "bata" yang sifat-sifatnya berbeda dengan tanah sebelum dipanaskan. "Bata" itu adalah juga batuan "metamorf", pada prinsipnya. Proses pembentukan batuan metamorf di dalam alam tentu berlanjut dengan tekanan yang lebih kuat dan suhu yang lebih tinggi. Batuan metamorf asalnya dari batuan endapan pada awalnya . Batuan metamorf tidak berkristal. (Pualam, Sabak).
Daftar Pustaka :
http://id.wikipedia.org/wiki/Batu
http://www.geografiana.com/glosarium







