ISTIGHFAR
Istighfar dalam pengertian bahasa adalah memohon ampunan atas segala dosa yang dilakukan oleh seorang hamba dengan upaya untuk tidak mengulangi perbuatan tersebut. Hal ini dapat dilakukan baik dengan perkataan maupun perbuatan, beberapa ulama mengungkapkan istighfar berasal dari kata "alghafar" yang berarti "as-satr/menutup" untuk itu dinamakan istighfar karena mengandung ma'na menutupi sebagaimana firman Allah :
"Dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni (mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang"
(At-taghabun 14).
Kemulian istighfar
1. Pujian Allah terhadap Al-Mustaghfirin (mereka yg selalu beristighfar), Allah Swt memuji mereka (Ali-‘Imron 17)
2. Nabi Muhammad Saw selalu melakukannya. Istighfar salah satu amalan yang selalu dilakukan oleh Rasullullah, Dalam hadist Rasullullah bersabda:
“Demi Allah Aku beristighfar dan bertaubat kepada-NYA seratus kali dalam sehari.” (HR. Bukhari).
Jika Rasullulah Saw yang ma'shum dan dosanya sudah diampuni baik dimasa lalu maupun di masa akan datang selalu beristighfar seratus kali dalam sehari, bagaimana dengan KITA?
3. Istighfar merupakan syiar para Anbiyaullah, tidak ada seorang nabipun yang tidak beristighfar dan selalu mengajak umatnya untuk beristighfar, Nabi Adam As dan Siti Hawa beristighfar atas dosa yang telah mereka perbuat, (Q.S. Al-`Araf 23).
4. Istighfar merupakan asas ubudiyah, Ketika seorang hamba beristighfar ia akan merasakan betapa hina dan rendah dirinya, akan selalu merasakan bahwasanya ia tidaklah ada apa-apanya dibanding Sang Khalik dan amat sangat membutuhkan-NYA dalam mengarungi bahtera kehidupan.
5. Dalam Istighfar ada maslahah yang tidak diketahui oleh seorang hamba, para ulama salaf berkata, dosa seorang hamba biasa membawanya kesurga,dan amal seorang hamba bisa membawanya ke neraka, mereka berkata: Bagaimana hal ini bisa terjadi?ketika seorang hamba berbuat dosa,setiapkali mengingatnya ia menangis,menyesal dan akhirnya bertobat dan beristighfar,tunduk kepada-NYA berusaha melakukan perbuatan baik tanpa mengulangi lagi dosa tersebut,maka ia akan mendapatkan rahmat-NYA dan masuk surga,sebaliknya ketika ia berbuat baik,kemudian riya',sombong,ta'jub atas pujian orang kepadanya,maka ia akan mendapat kemurkaan Allah dan akhirnya masuk neraka.
TAUBAT
Memang manusia adalah tempatnya salah dan lupa. Namun manusia yang terbaik bukanlah manusia yang tidak pernah melakukan dosa sama sekali, akan tetapi manusia yang terbaik adalah manusia yang ketika dia berbuat kesalahan dia langsung bertaubat kepada Alloh dengan sebenar-benar taubat. Bukan sekedar tobat sesaat yang diiringi niat hati untuk mengulang dosa kembali. Lalu bagaimanakah agar taubat seorang hamba itu diterima?
Syarat Taubat Diterima
Agar taubat seseorang itu diterima, maka dia harus memenuhi tiga hal yaitu:
(1) Menyesal, (2) Berhenti dari dosa, dan (3) Bertekad untuk tidak mengulanginya.
Taubat tidaklah ada tanpa didahului oleh penyesalan terhadap dosa yang dikerjakan. Barang siapa yang tidak menyesal maka menunjukkan bahwa ia senang dengan perbuatan tersebut dan menjadi indikasi bahwa ia akan terus menerus melakukannya. Akankah kita percaya bahwa seseorang itu bertaubat sementara dia dengan ridho masih terus melakukan perbuatan dosa tersebut? Hendaklah ia membangun tekad yang kuat di atas keikhlasan, kesungguhan niat serta tidak main-main. Bahkan ada sebagian ulama yang menambahkan syarat yang keempat, yaitu tidak mengulangi perbuatan dosa tersebut. sehingga kapan saja seseorang mengulangi perbuatan dosanya, jelaslah bahwa taubatnya tidak benar. Akan tetapi sebagian besar para ulama tidak mensyaratkan hal ini.
HIDUP ADALAH PILIHAN
Semoga blog ni berguna dan semakin hari semakin bagus
11.24.2010
12.07.2009
Adsorben (Zat yang Diadsorbsi)
at
22:43
Adsorben atau kebanyakan zat pengadsorpsi adalah bahan-bahan yang sangat berpori, dan adsorpsi berlangsung terutama pada dinding-dinding pori atau pada daerah tertentu di dalam partikel itu. Karena pori-pori adsorben biasanya sangat kecil maka luas permukaan dalamnya menjadi beberapa kali lebih besar dari permukaan luar. Adsorben yang telah jenuh dapat diregenerasi agar dapat digunakan kembali untuk proses adsorpsi.
Suatu adsorben dipandang sebagai suatu adsorben yang baik untuk adsorpsi dilihat dari sisi waktu. Lama operasi terbagi menjadi dua, yaitu waktu penyerapan hingga komposisi diinginkan dan waktu regenerasi / pengeringan adsorben. Makin cepat dua varibel tersebut, berarti makin baik unjuk kerja adsorben tersebut.
Penggolongan Adsorben
Adsorben dapat dibedakan menjadi :
Adsorben merupakan bahan yang digunakan untuk menyerap komponen dari suatu campuran yang ingin dipisahkan. Secara umum, hal yang mempengaruhi kinerja adsorben adalah struktur kristalnya (zeolit dan silikat) dan sifat dari molecular sieve adsorben tersebut. Zeolit dalam jumlah yang banyak telah ditemukan baik dalam bentuk sistetis ataupun alami.
- Berdasarkan Bahannya
Klasifikasi adsorben berdasarkan bahannya dibagi menjadi dua , yaitu:
Suatu adsorben dipandang sebagai suatu adsorben yang baik untuk adsorpsi dilihat dari sisi waktu. Lama operasi terbagi menjadi dua, yaitu waktu penyerapan hingga komposisi diinginkan dan waktu regenerasi / pengeringan adsorben. Makin cepat dua varibel tersebut, berarti makin baik unjuk kerja adsorben tersebut.
Penggolongan Adsorben
Adsorben dapat dibedakan menjadi :
- Berdasarkan Sifatnya Terhadap Air
- Berdasarkan Bahannya
Adsorben merupakan bahan yang digunakan untuk menyerap komponen dari suatu campuran yang ingin dipisahkan. Secara umum, hal yang mempengaruhi kinerja adsorben adalah struktur kristalnya (zeolit dan silikat) dan sifat dari molecular sieve adsorben tersebut. Zeolit dalam jumlah yang banyak telah ditemukan baik dalam bentuk sistetis ataupun alami.
- Berdasarkan Bahannya
Klasifikasi adsorben berdasarkan bahannya dibagi menjadi dua , yaitu:
- Adsorben Organik
- dsorben Anorganik
9.12.2009
Tulis ringkasan dibayar
at
07:48
biasa nulis ringkasan di website atau di wikipedia, na ini dia website yang cocok untuk kamu. tulis ringkasan maka anda akan dibayar lewat payal. gabung di disini
http://shvoong.com
http://shvoong.com
6.04.2009
MINERAL
at
00:03
Mineral adalah sebagian besar zat-zat yang ada dalam bumi dan terbentuk dari persenyawaan organik dan anorgani, mengandung sifat-sifat fisik dan kimia tertentu.
SIFAT-SIFAT FISIK MINERAL
alam pengenalan mineral yang harus diperhatikan adalah sifat-sifat lain seperti sifat magnet, optik, dan radioaktif. Adapun sifat-sifat fisik mineral yang penting adalah :
Beberapa mineral mempunyai warna yang tetap seperti kunung, sulfur; kemerah-merahan (pink).
Yang menyebabkan perubahan warna dasar adalah banyak sedikitnya impuritis (kotoran), baik berupa unsur ataupun campurannya yang terkandung dalam mineral tersebut.
Apabila suatu mineral mendapat tekanan yang melampaui batas elastisitasnya mineral tersebut akan pecah. Cleavage merupakan tendensi pecahnya mineral menurut batasan tertentu sepanjang permukaan yang tertentu, atau dengan kata lain, jika pecahnya mineral mengikuti permukaan yang sesuai dengan struktur kristalnya akan memperlihatkan suatu cleavage. Ini merupakan hasil dari bentuk atom dari reguler layers, dimana kohesi yang lebih lunak akan merupakan garis dengan yang lainnya.
Arah cleavage ini dapat ditentukan dengan ; 1 arah, 2 arah, 3 arah, dan 6 arah (sodalite). Pada mika misalnya dikatakn flakey atau berlapis-lapis, serpih yang mempunyai 1 arah atau single direction.
Cleavage dapat dibagi atas bagus tidaknya permukaan bidang cleavagenya:
Perpect (sempurna), bidang cleavage sangat rat, bila pecah tidak melalui bidang cleavage agak sukar.
Good (baik), bidan cleavage rata, tetapi tidak sebak perfect, masih dapat pecah pada arah lain.
Distinct (jelas) Bidang cleavage jelas tetapi tidak rata dan dapt pecah pada arah lain dengan mudah.
*Indistinct ( tidak jelas ), dimana kemungkinan membentuk cleavage dan frakture adalah sama besar.
Frakture merupakan bentuk halus atau kecil dari permukaan mineral sesudah pecah pada mineral massive yang beraturan.
Fracture dapat dibagi dalam :
Conchoidal ( arca, bentuk shell ), pecahan berbentuk kulit kerang, misal kuarsa, obsidin. Bila bentuk ini sebagian disebut sub-conchoidal.
Even ( agak kasar, hamper mendekati bidang datar.Uneven, permukaan pecahnya kasar seperti kebanyakan mineral.Hakli, pecahannya tajam seperti besi putus.
Streak ( goresan) merupakan warna daripada bubuk atau tepung hasil goresan suatu mineral. Contoh : Dulled, Sinabar, kuning limonite, indian red, Hematite.
Luster ( kilap) dapat dibedakan menjadi :
1. Kilap logam ( Metalic luster )
2. Kilap bukan logam ( non ( Metalic luster )
Kilap logam terjadi pada mineral yang mengandung unsur logam, seperti emas, tembaga, perak, danlain-lain. Mineral-mineralnnya mempunyai kilap opak (opaque ).
Kilap bukan logam dibagi lagi atas beberapa kilap. Mineral bukan logam ini bilah diasah tipis akan transparan, dan bila ditumbuk warna tepugnnya akan lebih muda (putih) lighter dari mineral aslinya.
Pembagian kilap logam yaitu sebagai berikut :
1. Adamantine luster, merupakan kilap intan. Kilap intan ini juga disebut briliant luster. Contoh : Diamon ( intan ), anglosite, vanadinite, zirkon, rutile.
2. Kilap kaca ( vitrous) atau glass , Contoh : Quarsa, Obsidian, fluorite, barite, halite, tourmaline, opal, olivine.
3. Kilap dammar (resinous), Kilap ini merupakan kilap kuning dammar. Juga disebut Waxy (Turquoise). Contoh : Opal, sulphur, realgar.
4. Kilap Lemak ( Greasy luster ) Oily, Kilap ini mendekati kilap resinous. Contoh : Graphite, Cryolite, scheolite, dll.
5. Kilap Mutiara ( Pearly Luster ), Kilap ini seperti mutiara. Contohnya : Mika, telk, calsite, chlorite, dan lainnya.
6. Kilap sutera ( Silky Luster ), Kilap ini seperti kilap pada sutera, biasanya mineral yang mempunyai struktur fibrous ( serabut ) atau menyerat.
7. Kilap tanah ( earthy luster ), Kilap ini juga disebut kilap guram ( dull ) pada mineral kempal. Contoh : Bauxite, kaoline, carn otite.
Kekerasan dari mineral diartikan sebagai daya tahan mineral terhadap goresan ( Scraching ) pada permukaannya, atau ketahanan terhadap abrasi. Seorang ahli mineralogi bernama triedrich Mohr pada tahun 1822, menyatakan bahwa tingkatan dari kekerasan relatif ( scale of relatif ) atau skala Mohs yang dimulai dengan Talc dengan kekerasab 1 dan diakhiri Diamond ( intan ) dengan kekerasan 10.
Tingkatan kekerasan ini tidak menunjukkan suatu kekerasan kepstian, jadi kekerasan 9 ( curondum ) kekerasannya tidak sama dengan 3 kali kekerasan calsite (3). Dengan kata lain mineral yang mempunyai kekerasan lebih tinggi dapat menggores mineral yang mempunyai kekerasan yan lebih rendah.
Untuk dapat memperkirakan kekerasan mineral sewaktu-waktu atau dilapangan dapat diberikan pembatasan sebagai berikut :
2,5 dapat digores dengan kuku jari
3 dapat digores dengan mata uang logam
5,5 dengan mata pisau, kaca jendela
6,5 dengan kikir baja ( steel file )
Berat jenis ini biasanya diukur di laboratorium, dimana berat mineral dibandingkan dengan berat air murni. Pada pengenalan mineral perlu juga diketahui guna untuk membedakan mineral-mineral yang mungkin kelihatannya mineral sama bentuk, warna luster, dan lain-lain. Maka dengan menimbang-nimbang mineral dengan tangan akan terasa perbedaan beratnya untuk mineral yang sama besarnya, misal antara hematite dan magnetite.
Sifat-sifat lain yang biasa diteliti, seperti, Magnetis, Malleable, fleksible, elastic, Radioactive, Brittle, Opalescence dan Iridesaence, Asterism, fluorescence, dan Phosporescence
PENGGOLONGAN MINERAL
Berdasarkan komposisi kimia mineral dapat digolongkan menjadi :
1. Golongan unsur
2. Golongan sulfida
3. Golongan halogen
4. Golongan oksida
5. Golongan karbon
6. Golongan sulfur
7. Golongan fosfat
8. Golongan silikat
9. Golongan organogen
SIFAT-SIFAT FISIK MINERAL
alam pengenalan mineral yang harus diperhatikan adalah sifat-sifat lain seperti sifat magnet, optik, dan radioaktif. Adapun sifat-sifat fisik mineral yang penting adalah :
- Color (warna)
Beberapa mineral mempunyai warna yang tetap seperti kunung, sulfur; kemerah-merahan (pink).
Yang menyebabkan perubahan warna dasar adalah banyak sedikitnya impuritis (kotoran), baik berupa unsur ataupun campurannya yang terkandung dalam mineral tersebut.
- Cleavage (Belahan)
Apabila suatu mineral mendapat tekanan yang melampaui batas elastisitasnya mineral tersebut akan pecah. Cleavage merupakan tendensi pecahnya mineral menurut batasan tertentu sepanjang permukaan yang tertentu, atau dengan kata lain, jika pecahnya mineral mengikuti permukaan yang sesuai dengan struktur kristalnya akan memperlihatkan suatu cleavage. Ini merupakan hasil dari bentuk atom dari reguler layers, dimana kohesi yang lebih lunak akan merupakan garis dengan yang lainnya.
Arah cleavage ini dapat ditentukan dengan ; 1 arah, 2 arah, 3 arah, dan 6 arah (sodalite). Pada mika misalnya dikatakn flakey atau berlapis-lapis, serpih yang mempunyai 1 arah atau single direction.
Cleavage dapat dibagi atas bagus tidaknya permukaan bidang cleavagenya:
Perpect (sempurna), bidang cleavage sangat rat, bila pecah tidak melalui bidang cleavage agak sukar.
Good (baik), bidan cleavage rata, tetapi tidak sebak perfect, masih dapat pecah pada arah lain.
Distinct (jelas) Bidang cleavage jelas tetapi tidak rata dan dapt pecah pada arah lain dengan mudah.
*Indistinct ( tidak jelas ), dimana kemungkinan membentuk cleavage dan frakture adalah sama besar.
- Fracture ( pecahan)
Frakture merupakan bentuk halus atau kecil dari permukaan mineral sesudah pecah pada mineral massive yang beraturan.
Fracture dapat dibagi dalam :
Conchoidal ( arca, bentuk shell ), pecahan berbentuk kulit kerang, misal kuarsa, obsidin. Bila bentuk ini sebagian disebut sub-conchoidal.
Even ( agak kasar, hamper mendekati bidang datar.Uneven, permukaan pecahnya kasar seperti kebanyakan mineral.Hakli, pecahannya tajam seperti besi putus.
- Streak ( goresan )
Streak ( goresan) merupakan warna daripada bubuk atau tepung hasil goresan suatu mineral. Contoh : Dulled, Sinabar, kuning limonite, indian red, Hematite.
- Luster ( kilap )
Luster ( kilap) dapat dibedakan menjadi :
1. Kilap logam ( Metalic luster )
2. Kilap bukan logam ( non ( Metalic luster )
Kilap logam terjadi pada mineral yang mengandung unsur logam, seperti emas, tembaga, perak, danlain-lain. Mineral-mineralnnya mempunyai kilap opak (opaque ).
Kilap bukan logam dibagi lagi atas beberapa kilap. Mineral bukan logam ini bilah diasah tipis akan transparan, dan bila ditumbuk warna tepugnnya akan lebih muda (putih) lighter dari mineral aslinya.
Pembagian kilap logam yaitu sebagai berikut :
1. Adamantine luster, merupakan kilap intan. Kilap intan ini juga disebut briliant luster. Contoh : Diamon ( intan ), anglosite, vanadinite, zirkon, rutile.
2. Kilap kaca ( vitrous) atau glass , Contoh : Quarsa, Obsidian, fluorite, barite, halite, tourmaline, opal, olivine.
3. Kilap dammar (resinous), Kilap ini merupakan kilap kuning dammar. Juga disebut Waxy (Turquoise). Contoh : Opal, sulphur, realgar.
4. Kilap Lemak ( Greasy luster ) Oily, Kilap ini mendekati kilap resinous. Contoh : Graphite, Cryolite, scheolite, dll.
5. Kilap Mutiara ( Pearly Luster ), Kilap ini seperti mutiara. Contohnya : Mika, telk, calsite, chlorite, dan lainnya.
6. Kilap sutera ( Silky Luster ), Kilap ini seperti kilap pada sutera, biasanya mineral yang mempunyai struktur fibrous ( serabut ) atau menyerat.
7. Kilap tanah ( earthy luster ), Kilap ini juga disebut kilap guram ( dull ) pada mineral kempal. Contoh : Bauxite, kaoline, carn otite.
- Hardness ( kekerasan )
Kekerasan dari mineral diartikan sebagai daya tahan mineral terhadap goresan ( Scraching ) pada permukaannya, atau ketahanan terhadap abrasi. Seorang ahli mineralogi bernama triedrich Mohr pada tahun 1822, menyatakan bahwa tingkatan dari kekerasan relatif ( scale of relatif ) atau skala Mohs yang dimulai dengan Talc dengan kekerasab 1 dan diakhiri Diamond ( intan ) dengan kekerasan 10.
Tingkatan kekerasan ini tidak menunjukkan suatu kekerasan kepstian, jadi kekerasan 9 ( curondum ) kekerasannya tidak sama dengan 3 kali kekerasan calsite (3). Dengan kata lain mineral yang mempunyai kekerasan lebih tinggi dapat menggores mineral yang mempunyai kekerasan yan lebih rendah.
Untuk dapat memperkirakan kekerasan mineral sewaktu-waktu atau dilapangan dapat diberikan pembatasan sebagai berikut :
2,5 dapat digores dengan kuku jari
3 dapat digores dengan mata uang logam
5,5 dengan mata pisau, kaca jendela
6,5 dengan kikir baja ( steel file )
- Specific Gravity ( berat jenis )
Berat jenis ini biasanya diukur di laboratorium, dimana berat mineral dibandingkan dengan berat air murni. Pada pengenalan mineral perlu juga diketahui guna untuk membedakan mineral-mineral yang mungkin kelihatannya mineral sama bentuk, warna luster, dan lain-lain. Maka dengan menimbang-nimbang mineral dengan tangan akan terasa perbedaan beratnya untuk mineral yang sama besarnya, misal antara hematite dan magnetite.
Sifat-sifat lain yang biasa diteliti, seperti, Magnetis, Malleable, fleksible, elastic, Radioactive, Brittle, Opalescence dan Iridesaence, Asterism, fluorescence, dan Phosporescence
PENGGOLONGAN MINERAL
Berdasarkan komposisi kimia mineral dapat digolongkan menjadi :
1. Golongan unsur
2. Golongan sulfida
3. Golongan halogen
4. Golongan oksida
5. Golongan karbon
6. Golongan sulfur
7. Golongan fosfat
8. Golongan silikat
9. Golongan organogen
5.16.2009
Dapat Dolar Gratis Dari Ngenet
at
01:06
Pengen dapat penghasilan dari internet (dolar) dan daftar juga gratis, percaya tidak? coba aja program ini apalagi daftarnya gratis mau?
Dimana keuntungannya sebagai berikut :
Daripada ngenet di Internet cuma habiskan uang lebih baik gabung saja di www.focalprice.com
kamu bisa ngenet + dapat uang (dolar).
Sebenarnya masih banyak lagi keuntungan ikut di www.focalprice.com
coba saja olehmu tiada ruginyakan cuma modal email dan username.Masih ragu?
Dimana keuntungannya sebagai berikut :
- Kamu akan memperoleh 50 point setiap merefer member, 20 point jika mereview produk, 15 point jika upload photo. 100 point = $1
- Point ini bisa di tukarkan dengan uang cash minimal 1000 point = $10. Syaratnya anda harus sudah pernah melakukan order produk minimal 1 kali. Anda bisa klik "My message - Submit a ticket" dan isikan judul "exchange points for cash" lalu masukkan data username dan email Paypal anda. Maka FocalPrice akan mengirimkan dollar Paypal anda sesuai data point di account anda.
- Focalprice banyak menyediakan produk-produk dengan harga yang sangat murah dan pembayarannya memakai paypal, sehingga cukup terpercaya dan terjamin bukan program penipuan karena sudah terverifikasi oleh paypal.
Daripada ngenet di Internet cuma habiskan uang lebih baik gabung saja di www.focalprice.com
kamu bisa ngenet + dapat uang (dolar).
Sebenarnya masih banyak lagi keuntungan ikut di www.focalprice.com
coba saja olehmu tiada ruginyakan cuma modal email dan username.Masih ragu?
4.26.2009
Allah Selalu Memberikan Yang Terbaik
at
06:09
By : SMS kawanKadang kita meminta pada Allah setangkai bunga yang indah,
tapi Ia beri kaktus yamg berduri.
Kita meminta kupu-kupu, tapi diberi ulat.
Kitapun sedih dan sampai kecewa
namun kemudian, kaktus itu berbunga,
indah sekali dan
ulat itupun menjadi kupu-kupu yang cantik.
Itulah jaLan Allah,
indah kalau sudah pada waktunya
Allah tidak memberi apa yang kita harapkn,
tapi Dia memberi apa yang kita butuhkan.
Kadang kita sedih, kecewa, terluka, berburuk sangka,
tapi jauh diatas segalanya
Dia sedang merajut yang terbaik untuk hidup kita.
jadi tidak ada putus asa dalam hidup ini
Selama kita berbaik sangka kepada-Nya
Sumber foto : http://2.bp.blogspot.com/
4.23.2009
4.21.2009
4.18.2009
Hubungan Antara Kalor Dengan Energi Listrik
at
07:19
Kalor merupakan bentuk energi maka dapat berubah dari satu bentuk kebentuk yang lain. Berdasarkan Hukum Kekekalan Energi maka energi listrik dapat berubah menjadi energi kalor dan juga sebaliknya energi kalor dapat berubah menjadi energi listrik. Dalam pembahasan ini hanya akan diulas tentang hubungan energi listrik dengan energi kalor. Alat yang digunakan mengubah energi listrik menjadi energi kalor adalah ketel listrik, pemanas listrik, dll.
Besarnya energi listrik yang diubah atau diserap sama dengan besar kalor yang dihasilkan. Sehingga secara matematis dapat dirumuskan.
W = Q
Kita ketahui bahwa
Q = m.c. (t2 - t1)
Sehingga dapat didapatkan persamaan sebagai berikut :
I.R.I.t = m.c.(t2 - t1)
Dimana :
I = kuat arus listrik (A)
R = Hambatan (ohm)
t = waktu yang dibutuhkan (sekon)
m = massa (kg)
c = kalor jenis (J/ kg C)
t1 = suhu mula - mula (C)
t2 = suhu akhir (C)
Untuk menghitung energi listrik digunakan persamaan sebagai berikut :
W = P.t
Dimana :
W = energi listrik (J)
P = daya listrik (W)
t = waktu yang diperlukan (s)
Bila rumus kalor yang digunakan adalah Q = m.c.(t2 - t1) maka diperoleh persamaan ;
P.t = m.c.(t2 - t1)
Judul :
Hubungan Antara Kalor Dengan Energi Listrik
Besarnya energi listrik yang diubah atau diserap sama dengan besar kalor yang dihasilkan. Sehingga secara matematis dapat dirumuskan.
W = Q
Kita ketahui bahwa
Q = m.c. (t2 - t1)
Sehingga dapat didapatkan persamaan sebagai berikut :
I.R.I.t = m.c.(t2 - t1)
Dimana :
I = kuat arus listrik (A)
R = Hambatan (ohm)
t = waktu yang dibutuhkan (sekon)
m = massa (kg)
c = kalor jenis (J/ kg C)
t1 = suhu mula - mula (C)
t2 = suhu akhir (C)
Untuk menghitung energi listrik digunakan persamaan sebagai berikut :
W = P.t
Dimana :
W = energi listrik (J)
P = daya listrik (W)
t = waktu yang diperlukan (s)
Bila rumus kalor yang digunakan adalah Q = m.c.(t2 - t1) maka diperoleh persamaan ;
P.t = m.c.(t2 - t1)
Judul :
Hubungan Antara Kalor Dengan Energi Listrik
Asas Black dan Hukum Kekekalan Energi
at
07:13
Menurut asas Black apabila ada dua benda yang suhunya berbeda kemudian disatukan atau dicampur maka akan terjadi aliran kalor dari benda yang bersuhu tinggi menuju benda yang bersuhu rendah. Aliran ini akan berhenti sampai terjadi keseimbangantermal (suhu kedua benda sama). Secara matematis dapat dirumuskan :
Q lepas = Q terima
Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya tinggi dan yang menerima kalor adalah benda yang bersuhu rendah. Bila persamaan tersebut dijabarkan maka akan diperoleh :
Q lepas = Q terima
m1.c1.(t1 - ta) = m2.c2.(ta-t2)
Catatan yang harus selalu diingat jika menggunakan asasa Black adalah pada benda yang bersuhu tinggi digunakan (t1 - ta) dan untuk benda yang bersuhu rendah digunakan (ta-t2). Dan rumus kalor yang digunakan tidak selalu yang ada diatas bergantung pada soal yang dikerjakan.
Hukum kekekalan energi adalah salah satu dari hukum-hukum kekekalan yang meliputi energi kinetik dan energi potensial. Hukum ini adalah hukum pertama dalam termodinamika.
Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika)berbunyi: "Energi dapat berubah dari stu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)".
Q lepas = Q terima
Yang melepas kalor adalah benda yang suhunya tinggi dan yang menerima kalor adalah benda yang bersuhu rendah. Bila persamaan tersebut dijabarkan maka akan diperoleh :
Q lepas = Q terima
m1.c1.(t1 - ta) = m2.c2.(ta-t2)
Catatan yang harus selalu diingat jika menggunakan asasa Black adalah pada benda yang bersuhu tinggi digunakan (t1 - ta) dan untuk benda yang bersuhu rendah digunakan (ta-t2). Dan rumus kalor yang digunakan tidak selalu yang ada diatas bergantung pada soal yang dikerjakan.
Hukum kekekalan energi adalah salah satu dari hukum-hukum kekekalan yang meliputi energi kinetik dan energi potensial. Hukum ini adalah hukum pertama dalam termodinamika.
Hukum Kekekalan Energi (Hukum I Termodinamika)berbunyi: "Energi dapat berubah dari stu bentuk ke bentuk yang lain tapi tidak bisa diciptakan ataupun dimusnahkan (konversi energi)".
Langgan:
Entri (Atom)